Sere Kalina Florencia Sitorus The Best Catwalk Miss Indonesia 2015ere Kalina Florencia Sitorus, meraih dua penghargaan bergengsi di ajang WAJAH FEMINA 2012. Sere yang didapuk sebagai finalis nomer 2 di pemilihan yang digelar oleh majalah Femina ini ternyata membuat kejutan dengan meraih gelar sebagai Pemenang 2 dan Pemenang Favorit sekaligus.

Prestasi terbaik finalis GADIS Sampul di ajang ini sebelumnya adalah pada tahun 2004 melalui Amanda Dwi Adistya (Finalis GADIS Sampul 1996) yang meraih gelar Wajah Femina 2004 dan kemudian Dinantiar Anditra (finalis GADIS Sampul 2004) sebagai Pemenang 2 pada tahun 2009.

Pada tahun ini selain Sere, ada 3 alumni GADIS Sampul yang mencoba peruntungan di ajang ini. Sayangnya kiprah Annizabella Putri (finalis GADIS Sampul 2007), Kieky Cahya (Finalis GADIS Sampul 2002), dan Arsha Yuditha (Finalis GADIS Sampul 2010) kandas sebelum babak final.

Sere Kalina Florencia Sitorus

Pendidikan/Profesi: Mahasiswi
Tinggi/berat badan: 173 cm / 55 kg
@skflorencia

Mahasiswi jurusan Marketing Communications, Universitas Bina Nusantara, ini sudah tidak asing lagi dengan dunia modeling. Setelah mengikuti Gadis Sampul tahun 2008, ia aktif sebagai freelance model. Walau dikenal sebagai pribadi yang cuek, tapi ia punya keinginan kuat untuk menjadi model berskala internasional dan menggeluti dunia broadcast. Ia yakin, Wajah Femina bisa mendukung langkahnya ini. Di tengah kesibukannya, ia menyempatkan diri untuk menyalurkan hobi, seperti hand crafting, latihan vocal group di gereja, dan menari. Kini, Ia sedang giat mengikuti kursus Bahasa Korea.

Pengalaman akting:
• TVC AXIS GSM, Pond’s.
• Ikut drama dan paduan suara di gereja.

Pengalaman modeling / catwalk:
• Finalis Gadis Sampul 2008.
• Model Fashion Show ulang tahun Central Park.
• Model Jakarta Fashion Week 2011 dan 2012

Dengan cerdas, Sere Kalina Florencia Sitorus (18) mengatur strategi untuk memperbesar peluangnya meraih Pemenang Favorit Wajah Femina 2012. Semua saudara dan teman-teman ia kerahkan untuk memilihnya sebagai finalis favorit. Usahanya juga didukung sang ayah yang meminta teman-temannya memilih putri tercintanya ini. Usahanya berbuah manis. Dari 1.579 voters, sebanyak 387 orang memilihnya sebagai finalis favorit.

Tapi, gelar Juara II Wajah Femina 2012 yang disematkan juri untuknya menunjukkan bahwa gelar Juara Favorit Wajah Femina 2012 itu diperolehnya bukan semata-mata karena ia punya banyak teman. Ia memang memiliki kualitas bintang yang bersinar terang dan membuatnya layak menjadi juara. “Berhasil menjadi Pemenang II adalah kejutan yang membanggakan,” tuturnya, senang. Itulah kejutan terindah untuknya.

Belum Mau Berakting
Saat pemotretan sebagai unggulan Wajah Femina 2012, September lalu, Sere tidak tampak canggung sama sekali. Setting studio foto femina, dengan sorot lampu yang ‘menembak’-nya dari berbagai arah, arahan pengarah gaya agar ia memberikan pose terbaik, hingga lensa kamera fotografer yang jeli menangkap angle terbaiknya, terasa sudah tak asing lagi baginya.

Itu memang bukan pertama kalinya ia menjalani pemotretan di studio foto femina. Lima tahun lalu, saat masih berusia 13, ia pernah ikut pemilihan Gadis Sampul yang diselenggarakan majalah Gadis, ‘adik’ femina. Ia juga mengaku masih mengingat ilmu-ilmu modeling yang didapatnya dari Gadis Sampul dulu, dan bekal ilmu itu menjadi modal penting baginya saat menjalani profesi sebagai model.

“Tapi, meski saya sekarang sudah jadi model, saya ingin mengubah image saya yang masih remaja ke wanita dewasa,” paparnya. Jika dulu ia terbiasa melakukan pemotretan dengan gaya remaja yang ceria, kini ia harus belajar membawakan busana wanita dewasa dengan gaya yang lebih elegan.

Untungnya, ilmu yang ia dapat selama mengikuti Wajah Femina 2012 memperkaya pengetahuannya. Tak hanya dari materi yang disampaikan dan pembicara yang memperkayanya dengan berbagai ilmu, mulai dari modeling, akting, hingga presenting, tapi juga dari sharing pengalaman dengan sesama finalis. “Saya belajar bagaimana bersikap lebih dewasa, sesuai dengan situasi yang saya hadapi. Soalnya, saya suka pecicilan nggak kenal tempat,” katanya, tertawa.

Sebagai finalis termuda, ia juga belajar bagaimana menghadapi suatu masalah, seperti pertemanan dan persaingan di dunia modeling yang terkadang negatif, dari teman sesama finalis. “Pengalaman mereka memberi saya gambaran, jika suatu saat menghadapi permasalahan serupa, saya jadi tahu apa yang harus dilakukan,” katanya, bijak.

Wajah Femina telah mendewasakannya. Meski begitu, ia mengaku belum tertarik melebarkan sayap ke bidang lain, seperti bermain sinetron atau film. “Tawaran pernah ada, tapi memang saya belum ingin. Selain itu, orang tua juga belum mengizinkan,” katanya. Pertimbangan utamanya menolak tawaran itu adalah ia tidak mau waktu belajarnya tergangggu jika menerima tawaran bermain sinetron yang banyak memakan waktu. “Mungkin kalau nanti saya ditawari skenario berkualitas, akan saya pertimbangkan,” katanya bijak.

Kuliah memang menjadi prioritas mahasiswi Jurusan Komunikasi Pemasaran Bina Nusantara ini. Selama ini, ia selalu berusaha mengatur waktu agar pekerjaannya sebagai model berjalan harmonis dengan tanggung jawabnya sebagai mahasiswi. Bahkan, beberapa kali ia cuek masuk kelas dengan make up tebal untuk pemotretan, demi mengejar jam kuliah. Terbukti, indeks prestasi (IP) kuliahnya selalu di atas 3. Memang, ia mengakui, bekerja di dunia hiburan bukan tujuan utama hidupnya. Jadi, meski menikmati pekerjaan sebagai model, ia bercita-cita ingin menjadi wanita karier. “Saya tetap ingin pekerjaan yang stabil,” katanya, dewasa.

Post a Comment

 
Top