Gita Migu Chili - Kedai Mie Sagu Cik NellyGita (22), perempuan cantik asal Padang yang pernah duduk di salah satu Universitas Swasta ini, tergiur membuat usaha mie. Ia lalu membuat ide yang pintar dan unik untuk membuat usaha kedai mie, dengan mengangkat makanan tradisional khas Riau.

Siapa yang tak gemar menyantap mie? Hampir setiap orang di Bandung senang menyantap mie, baik mie goreng maupun mie kuah. Kota Bandung termasuk kota yang banyak dipenuhi oleh pedagang mie, dari warung tenda hingga cafe. Melihat Bandung yang seperti itu, Kedai sederhana yang bertuliskan "Migu Chili" di jalan Jl. Ir H Djuanda adalah usaha yang dijadikan gebrakan baru kuliner unik oleh Gita. Nama Migu Chili adalah kepanjangan dari Mie Sagu Cik Nelly. Sesuai dengan namanya, tempat makan ini menyediakan menu mie sagu sebagai menu utamanya.

Dengan resep turunan keluarga, maka mie sagu milik Gita ini memiliki cita rasa yang luar biasa dengan perpaduan rempah dan bumbu-bumbu yang tak perlu diragukan lagi kelezatannya. Migu Chili mampu membuat perut para penikmat mie keroncongan ketika menghirup aroma dari mie sagu ini. Sehingga kedai milik Gita ini, setiap harinya terus-terusan dibanjiri oleh pengunjung.

"Aku menawarkan makanan sehat yang juga rendah karbohidrat dan gula. Aku mencoba untuk melestarikan dan mengangkat kembali makanan- makanan khas Indonesisa ke permukaan, agar kuliner yang ada di Negara ini tidak di isi oleh makan-makan dari luar Indonesia yang kemudian seakan menjadi tuan rumah di negeri ini. Sementara makanan- makanan khas Indonesia sendiri mulai terlupakan dan tidak diminati oleh anak muda saat ini. Semoga dengan hal-hal kecil yang kita lakukan kita dapat mempopulerkan makanan Indonesia yang kaya akan segalanya," ujar Gita, yang juga seorang karyawan perusahaan swasta ini.

Karena rasa mienya yang unik dan level pedasnya yang tak bisa dibayangkan. Kehadiran Migu Chili, menjadi kuliner mie yang menjadi fenomenal di Kota Bandung. Menurut Gita, pertama kali membuka usaha kedai mie itu, ia khawatir usahanya tidak akan laku. Alasannya adalah, karena ia membuka kedai dengan modal yang sangat terbatas dan mengangkat makanan khas daerah. - tribunnews

Post a Comment

 
Top