Profil Biodata Ahmad Nurudin Zuhri Relawan Longsor BanjarnegaraAhmad Nurudin Zuhri, pria berusia 35 tahun ini meninggal dunia di Banjarnegara karena mengalami kecelakaan saat mengevakuasi para korban bencana tanah longsor di Banjarnegara. Oparator alat berat yang juga PNS di Bina Marga Provinsi Jawa Tengah meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Ia mengalami kecelakaan saat menaikkan alat beratnya (beghoe) ke atas truk (crane). Namun, alat berat yang akan dinaikkan terpeleset dan jatuh. Diduga kepala sebelah kanannya terbentur besi hingga terluka parah.

Peristiwa itu bermula saat almarhum berangkat ke Banjarnegara, Sabtu sore (13/12). Ia berangkat bersama teman relawan. Pada Minggu sore (14/12), warga Dusun Sikepan II, Desa Bringin, Kecamatan Srumbung ini sempat pulang ke rumah. Almarhum baru berangkat ke Banjarnegara, Selasa pagi (16/12). ”Tidak ada firasat apapun. Namun, anak kedua kami ( Dara, 1 tahun), tidak biasanya rewel kalau mau ditinggal bapaknya. Ia minta digendong terus,” ungkap Setyo Rahayu, 32, istri almarhum ditemui usai pemakaman, kemarin (17/12).

Ahmad telah pergi meninggalkan dua putrinya. Yakni, Dara Lukna Sakhitasari, 1, dan Sauqy, 7. Ahmad meninggal dunia saat diperbantukan pada proses evakuasi korban tanah longsor di Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara.Yayuk, panggilan akrab istrinya mengaku, menerima informasi kabar suaminya, Selasa pukul 21.00. ia ditelepon teman almarhum, kalau suaminya meninggal pukul 17.30. ”Sebelumnya sekitar pukul 07.00, saya SMS tapi tidak dibalas. Baru pukul 09.00 malam saya dikabari,” kata Yayuk sedih.

Tanto Heryanto, kepala Desa Dukun, Kecamatan Dukun yang juga temannya sesama relawan almarhum mengungkapkan, sangat mengenal almarhum. Waktu masih SMA, sering naik gunung bersama. Saat Erupsi Merapi tahun 2010, ia bersama-sama almarhum melakukan evakuasi. ”Jiwa sosial almarhum, memang tinggi,” tuturnya.

Saat bencana tanah longsor di Banjarnegara, Tanto dan almarhum juga berangkat bersama. Di lokasi, Tanto mengaku sempat ngobrol cukup lama. Almarhum yang pertama membuka akses jalan untuk alat berat masuk ke lokasi bencana.Saat upacara pemberangkatan jenazah, Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Propinsi Jawa Tengah Septiana Suhartanti mengatakan, almarhum bekerja di Bina Marga sejak 1998. Kini, golongan sudah IIB sebagai pengatur muda tingkat 1.”Almarhum memiliki tipikal pekerja keras.Dalam bekerja, ia se lalu iklas. Kami minta keluarga bersabar dan mengiklaskan kepergiannya,” katanya.

Post a Comment

 
Top